Cuy, Nenek Minah Pun Di Proses Di Pengadilan. Malu Atuh???
Miris rasanya Nenek Minah yang karena mengambil kakao terjatuh saja harus di proses di pengadilan tetapi banyak kasus yang lain yang lebih besar bisa dihentikan di luar pengadilan. Hebat yah???
Kalau merasa benar kenapa harus di CUT di luar pengadilan, kenapa tidak membuktikan klo anda-anda itu tidak bersalah di pengadilan???
Ada yang bilang kita harus menghormati PROSES HUKUM, rasanya sekarang menjadi samar-samar… holmati ploces ukum yah??
Ada yang bilang semua SAMA DI MATA HUKUM…. iya githu??
Ada yang bilang ini REKAYASA?? Buktikan donk di pengadilan klo ada rekayasa kenapa harus di proses di luar pengadilan??
Karena Pengadilan juga akan di REKAYASA??? Bleh,… bubarin aja semua proses hukum dan bentuk tim2 kecil untuk memutus semua perkara jangan tebang pilih donk.
Dan Nenek Minah pun lebih bermartabat, semoga Allah memberi keberkahan padamu, Nek!!!
Mengapa Harus Pusing Klo Gaji Menteri Naik???
Belum genap sebulan sejak pelantikan terdengar kabar para pembesar Republik ini mau naik gaji, Bilangnya gajinya hanya 18 Juta/bulan so… mana cukuuup??? Memang seh klo 18 juta/bulan mungkin ga bakalan cukup tapi tunjangannya dikemanakan??? aarrrgghhh…
Tapi lama-lama mumets juga, ngapain juga harus mikirin gaji para pembesar negri lebih baik kita mikir diri sendiri, gaji yang tak sebesar pak menteri harus bisa cukup dalam sebulan dan jangan sampai harus berhutang lagi dan klo bsa malah harus berinfaq… hmmm bisa ga yah??? Ayo harus bisa.
Memang tulisannya sdikit narsis sok pengen beramal padahal sekarang aja lagi nunggu kok bulan ini srasa lama, piuh… tapi klo dipikir-pikir banyak dari kita termasuk sya yang slalu sibuk memikirkan orang lain, ngabisin energi dgn alasan kita harus kritis tapi dengan “system demokrasi” yang ada sekarang apa mungkin kita masih berharap? Katanya koalisi yang ada bagi-bagi posisi, dlu bilang oposisi kok sekarang bilangnya mitra strategis.
Malahan belakangan ini sya sudah mindahin chanel tv dari news nya tvone or metro jadi opera van java nya trans7 atau movie nya globaltv. ’so dari pada mumets ga jadi solusi malahan jadi penyakit dihati lebih baik tersenyum atow malahan tertawa lebar skalian unjuk gigi…
Sedikit APATIS atau malah bisa dibilang APATIS ABIZZ.
Dripada mikirin negri yang terlalu tinggi lebih baik mikirin diri, istri, saudara/i atau klo ada lebih mikirin tetangga aja kli.
Tragedi miyabi!!!
Jumat Oktober 02nd 2009, 12:59
Diarsipkan di bawah:
@ku,
skitaRKita
Disaat ramadhan tiba semua orang begitu khusyu dalam ibadahnya tetapi disaat ramadhan berlalu kita dikejutkan oleh sebuah berita yang menyatakan sineas kita akan membuat sebuah film yang berjudul menculik miyabi. Disaat Majelis Ulama Inodenesia [MUI] menyatakan keberatannya, begitu banyak pernyataan yang menyudutkan MUI dan lebih parahnya lagi sampai pada level penghinaan terhadap para Ulama tersebut.
Para [sebagian] insan perfilman kita pun begitu gencarnya mendukung film ini dengan berbagai dalih yang mereka sodorkan setidaknya itulah yang saya baca pada sebuah media online. Lalu kreatifkah sineas kita ini???
Lalu saya berpikir seandainya film itu berjudul menculik Bill Gates atau menculik Steve Jobs atau menculik seorang tokoh yang memiliki kontribusi nyata bagi pembangunan dan kontribusi nyata untuk mengangkat derajat rakyat miskin seperti Muhammad Yunus dari Bangladesh seorang pemenang Nobel mungkin kita patut berdiri dan memberikan applause kepada sineas kita, tetapi apakah kita pantas memberikan dukungan untuk ide kreatif nyleneh seperti ini???
Lalu saya teringat bahwa kita sering diingatkan disaat kemaksiatan merajalela dan kita hanya terdiam tunggu saja azab dari Allah SWT, karena sekarang ini ketika seorang Ulama mengingatkan kebaikan ramai-ramai orang menghujatnya. Apakah sesakit itukah mental kita saat ini???
Lalu ada yang menyatakan film ini bisa jadi ajang promosi pariwisata Indonesia? Hah??? maksud loh??? Apakah kita kehabisan ide kreatif dengan menampilkan budaya bangsa ini kenapa harus dengan bintang porno??? Lalu yang salah siapa ketika budaya kita dipakai oleh negara tetangga untuk promosi wisata, rasa-rasanya kita yang salah karena kita tidak kreatif untuk memaksimalkannya, kita hanya ingin publikasi instan tanpa melihat efek yang diakibatkannya.
Dengan harapan yang besar saya berharap film ini hanya ada pada sebatas rencana, semoga sineas kita berpikir ulang dan menjadi lebih kreatif tanpa harus berbuat nyleneh. Biarkanlah miyabi hidup tenang dialamnya karena bangsa ini membutuhkan kreatifitas sineas kita yang mampu membangkitkan semangat untuk bangkit dari sisi ekonomi sehingga kita bisa mandiri.
Seandainya Kita Hanya Memiliki Sedikit Kebaikan, Janganlah Kita mendukung Kemaksiatan
:::Semoga kita tidak selalu diingatkan dengan bencana:::
[tidak] Wajib Baju Baru!!!
Senin September 07th 2009, 14:03
Diarsipkan di bawah:
skitaRKita
Disaat perjalanan kerumah orang tua, saudara saya berujar “wah kayanya lebaran kali ini tidak bisa membeli baju baru buat anak-anak”. Dan tanpa berpikir panjang saya langsung menjawab “Kayanya klo untuk anak-anak, wajib beli baju baru. Mereka belum mengerti inti shoum yang sebenarnya dan mereka pun memandang baju baru itu adalah sebuah reward karena mampu shoum dengan full, mungkin anak-anak akan kecewa”.
Tetapi beberapa hari ini saya mulai berpikir apakah baju baru menjadi kewajiban yang harus ada dalam setiap hari raya lebaran? Mungkin untuk saya pribadi itu bukanlah sebuah keharusan tetapi kondisinya saya sudah 30 tahunan sedangkan anak saudara saya itu baru SD kelas 5 dan belum wajib shoum. Tentu saja mereka belum mengerti hakikat shoum yang sebenarnya yang mereka tahu bahwa mereka akan mendapatkan reward ketika melakukan shoum apalagi shoumnya full bukan shoum bedug yang biasa saya lakukan di usianya dan saya berpikir mereka akan kecewa karena kebiasaan mendapatkan baju baru di setiap lebaran akan sirna di lebaran kali ini.
Lalu sebenarnya sejak kapan Lebaran menjadi “wajib” baju baru??? Wah susah untuk mencari siapa oknum yang menjadikan baju baru menjadi “budaya” karena disaat saya kecilpun hal ini sudah menjadi kebiasaan dan tentu saja saya selalu mendapatkan baju baru itu walaupun harus deg deg an menunggu sampai detik-detik akhir ramadhan.
Lalu seandainya baju baru menjadi “wajib” buat anak-anak, di usia berapa harus kita tanamkan bahwa baju baru itu bukan inti dari shoum, bukan inti dari ramadhan dan bukan pula inti dari iedul fitri???? Apalagi disaat ramadhan tiba perang diskon datang menggoda, ach rasanya susah untuk menghindar dari budaya ini dan akhirnya kita cuma berharap THR segera tiba.
Entah apakah jawaban yang terucap disaat saudara saya curhat itu adalah jawaban yang pantas, akan tetapi yang terlintas hanyalah raut kekecewaan yang akan ditampilkan keponakan-keponakan yang terlihat “berjuang” untuk tetap menjaga shoumnnya sampai akhir ramadhan seandainya baju baru itu tidak mampir kedalam kamar tidurnya. !@#$%^&
Dilarang Bersedekah???
Rabu September 02nd 2009, 09:51
Diarsipkan di bawah:
skitaRKita
Sekarang ini sedang hangat-hangatnya pemberitaan mengenai penangkapan orang yang bersedekah kepada pengemis di jalanan dan tak tanggung-tanggung mereka pun kena dengan PERDA yang mana hukumannya bisa mencapai Rp. 20 Juta[??], lalu benarkah bersedekah itu sebuah pelanggaran??? Mungkin kalau kita lihat secara kasar, PERDA ini sangat aneh dan ganjil, masa seh orang mau berbuat baik malah kena hukuman??? Apa Kata Dunia???
Tetapi seandainya kita mau melihat lebih “dekat” dari tujuan PERDA ini mungkin kita bisa memaklumi walaupun kita masih tidak setuju dengan keberadaan PERDA ini. Seandainya kita sering berlalu lalang di jalan raya dan kebetulan sering melewati Lampu Merah, mungkin tak asing lagi bagi kita kalau disetiap lampu merah akan ada para pengemis dan pengamen dan tentu saja itu hal biasa tetapi cobalah kita melihat lebih dekat maka kita akan melihat anak kecil usia sekolah pun telah hadir di lampu merah untuk mengemis dan lebih parah lagi usia BALITA pun hadir disana untuk mengemis. Dan terkadang kita berpikir apakah anak usia sekolah dan balita ini hadir di lampu merah karena kebutuhan makan? atau justru dimanfaatkan oleh orang tua yang tidak mau bersusah payah mencari nafkah? dan bahkan lebih miris lagi seandainya kita baca berita bahwa anak usia sekolah dan balita tersebut dikoordinir oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, Maka dari sudut ini keberadaan PERDA ini sudah BETUL.
Lalu kita pun terhenyak disaat ada sebuah berita dimana sebagian warga sebuah desa memiliki profesi sebagai pengemis dan secara ekonomi mereka lebih makmur dibandingkan dengan yang bekerja sebagai buruh dan lebih makmur pula dibandingkan tukang cuci dan setrika lalu disaat para buruh tiap tahunnya hanya bisa mengontrak rumah tetapi para “pengemis” ini lantainya pun sudah berkeramik, maka dari sudut ini pun keberadaan PERDA ini sudah TEPAT.
“Keberadaan PERDA ini hanyalah sebuah upaya untuk tidak menjadikan warga negara yang kita cintai ini bermental lemah yang malas bersusah payah”
Tetapi seandainya kita melihat banyaknya pengangguran kemudian banyaknya lansia dan mereka tidak ada yang menafkahi maka kita patut mempertanyakan PERDA ini, apakah PERDA ini lahir dengan hadir pula program nyata dari PEMDA untuk melihat dan membantu para pengangguran dan lansia ini???
Buat bibi yang berkeringat dengan menjadi tukang cuci, setrika… semoga rizki yang diterima penuh keberkahan, Amin!!
Ahlan Wa Sahlan Ya Ramadhan…
Seorang muslim pastilah bahagia disaat Ramadhan kian mendekat, karena bahagianya seorang muslim menyambut Ramadhan adalah cerminan Keimanan. Untuk saya pribadi Ramadhan merupakan bulan pendidikan karena Ramadhan penuh dengan pembelajaran bagi kita, ada beberapa hal yang bisa kita petik dari Ramadhan, diantaranya :
- Pengendalian diri, karena sesungguhnya orang yang menjalankan Shoum akan berusaha untuk mengendalikan diri karena sesungguhnya shoum itu belajar mengendalikan hawa nafsu bukan hanya menahan lapar dan dahaga semata.
- Menanamkan sifat kepedulian sosial dan rasa syukur, karena dengan shoum kita bisa merasakan lapar dan dahaga yang mungkin tidak kita rasakan di bulan selain bulan Ramadhan tetapi pernahkah kita berpikir mungkin saja orang-orang disekitar kita merasakan lapar dahaga di sepanjang tahun? dan bisa saja tetangga kita atau saudara kita? pernahkah kita berpikir sejauh itu? dan seharusnya pun kita mensyukuri apa yang kita miliki walaupun mungkin belum seperti yang diharapkan tetapi masih lebih baik dari orang-orang disekitar kita.
- Hanya makan dan minum yang halal, Disaat shoum kita menahan diri untuk makan dan minum padahal makanan dan minuman yang dihadapan kita itu adalah HALAL. Yang halal saja kita menahan diri apalagi yang haram dan semoga hal ini berlanjut setelah Ramadhan.
Mudah-mudahan Ramadhan kali ini kita mendapatkan pembelajaran yang menjadikan kita sosok yang lebih baik dengan kualitas keimanan yang meningkat pula, Amien…
AHLAN WA SAHLAN YA RAMADHAN!!!
” disadur dari beberapa ceramah Ramdahan yang pernah diikuti… “
Arti Merah Putih…
Jumat Agustus 07th 2009, 15:26
Diarsipkan di bawah:
skitaRKita
Sebenarnya apa arti Merah Putih bagi kita? Atau lebih tepatnya masihkah Merah Putih berarti bagi kita? Tetapi apapun jawabannya akan menjadi sebuah jawaban yang klise seandainya kita tidak memiliki kebanggaan dan kecintaan menjadi bagian dari Merah Putih itu sendiri, bangga menjadi bagian dari bangsa yang memiliki keaneka ragaman ini, Intinya Apakah kita masih bangga menjadi bagian dari sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia?
Miris rasanya begitu banyak yang berteriak untuk bangsa dan negara ini tetapi sepertinya tidak memiliki kebanggaan menjadi bagian dari bangsa ini mereka seakan lebih bangga menjadi bagian dari bangsa lain, kita lihat ketika mereka bilang tentang demokrasi mereka dengan gagahnya selalu bilang..”Di Amerika sana bla..bla..bla” mereka slalu bilang “HAM di Eropa lebih bla.. bla.. bla..” lalu apakah kita harus slalu menyesuaikan dengan bangsa mereka? Bukankah kita bangsa yang berbeda dan pastinya memiliki budaya dan norma yang berbeda pula, Apakah budaya kita, norma kita tidak layak untuk dijadikan standar untuk ber “demokrasi” atau bahkan HAM sekalipun? Lalu dimana Nasionalisme yang kita miliki? apakah tergadaikan?
Rasa-rasanya kita sangat memerlukan untuk membangkitkan kembali semangat nasionalisme yang seakan-akan sedang pudar. Kebanggaan dan kecintaan akan Merah Putih menjadi bagian terpenting yang saya rasakan untuk membangkitkan semangat nasionalisme tersebut jangan sampai gara-gara ada BOM meledak kita bilang kita malu menjadi bagian bangsa Indonesia. Pelaku BOM mungkin orang Indonesia tetapi aksi terorisme itu bukan bagian dari karakteristik bangsa kita, Jadi tidak ada alasan kenapa harus malu menjadi bagian dari bangsa ini.
Kita bangsa yang MERDEKA dan kemerdekaan yang kita dapatkan bukanlah pemberian atau sekedar hadiah dari penjajah tetapi kemerdekaan yang harus ditebus dengan Darah dan Perjuangan para PEJUANG maka milikilah kebangaan akan Merah Putih itu.
Kita tidak bisa berkontribusi banyak untuk bangsa ini tetapi setidaknya BANGGALAH dan MILIKI KECINTAAN MENJADI BAGIAN DARI BANGSA INI.
Jadi jangan ragu untuk memasang Merah Putih di depan rumahmu!!!
Jangan ragu untuk mengatakan kita bangga menjadi bagian dari bangsa ini!!!
Tunjukan kebanggaanmu kepada Merah Putih… M E R D E K A!!!
Aku Ada, Aku Bisa!
Rabu Juli 15th 2009, 14:16
Diarsipkan di bawah:
@ku
Aku Bisa!!! Tetapi aku tidak pernah dianggap ada lalu bagaimana mungkin orang tahu “AKU BISA” seandainya orang disekitar kita sendiri tidak pernah merasakan kehadiran kita. Bukan untuk sombong tetapi kita memang harus tampil untuk menunjukan eksistensi diri tetapi sekali lagi bukan untuk sebuah kesombongan karena ada kalanya kita memang harus menunjukan kemampuan diri.
Ada yang bertanya, Akupun menjawab tetapi apa mau dikata jawaban yang aku sampaikan dianggap sampah mungkin karena dia berlabel S2 sedangkan aku hanya Diploma tetapi dia tidak tahu aku menjawab atas dasar sebuah pengalaman yang sama dengan kasus yang dia hadapai sekarang, walaupun akhirnya dia menyerahkannya untuk aku selesaikan dan tidak sampai sehari aku pun bisa menyelesaikan masalah yang dia hadapi.
Disaat dicap TAK BISA, aku tersindir dan aku hanya bisa nyengir.
Hey,.. Hey,.. AKU ADA, AKU BISA!!!
Terinspirasi dari Spanduk Pameran Anak-anak down syndrome depan BARLI dengan tema “Aku Ada, Aku Bisa”
Seorang Negarawan…
Sebenarnya apa definisi dari negarawan itu? saya sendiri tidak tahu apa definisi yang utuh dari negarawan ini dan mungkin juga yang lain juga banyak yang tidak tahu tetapi sebenarnya Berani Mengakui KEKALAHAN dan MEMBERI SELAMAT kepada pemenang mungkin itu salah satu sifat negarawan tersebut.
Dan mungkin walaupun secara terpaksa yang kalah tetap harus memberikan kepercayaan 5 tahun kedepan kepada yang terpilih, jangan hanya mencari kesalahan dan seandainya memang ada kesalahan carilah jalur hukum bukan dengan cara hujat menghujat.
Negarawan katanya berani untuk tidak populer…
Negarawan katanya bukan sekedar gagah tapi perhatian pada rakyat…
Ach yang pasti, rakyat sudah memilih orang yang sama jadi terima saja kekalahan itu!!!
IT4KiDZ
Selasa Juli 07th 2009, 09:48
Diarsipkan di bawah:
ngeNet
Baru-baru ini saya terlibat dalam sebuah event pengenalan IT kepada anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah Dasar dan tingkat Pertama dan event tersebut bertajuk IT4KiDZ Course. Peran saya sebenarnya tidak besar karena hanya penyediaan dari sisi hardwarenya saja lagian yang mau saya sampaikan melalui tulisan ini bukan dari sisi peran saya kok.
tetapi dari sisi sepenting apa sih mengenalkan dunia IT dikalangan anak-anak sekolah.
Kalau ditanya seberapa penting? saya sendiri berpendapat jawabannya adalah sangat penting. Karena era sekarang memang hampir semuanya berhubungan dengan IT tetapi tentu saja untuk pengenalan tidaklah perlu mengenalkan IT yang terlalu rumit mungkin cukup dengan mengenalkan beberapa aplikasi yang biasa dipakai dalam keseharian.
Dan apa yang saya lihat di IT4KiDZ kali ini memang hanya mengenalkan beberapa hal yang biasa dipergunakan sehari-hari untuk saat ini. Misalnya : Penggunaan Aplikasi Office (Word, Excel & PowerPoint), Photoshop (Membuat Karya Photo) dan yang menarik perhatian peserta kursus singkat tersebut tentu saja pengenalan Internet dari mulai apa itu internet, Create Email, mengenal google dan tentu saja dikenalkan dengan situs pertemanan yang sedang booming yaitu Facebook.
Tetapi mungkin untuk sebagian anak-anak sekarang apa yang dikenalkan di IT4KiDZ bukanlah suatu yang baru apalagi sekarang ini komputer bukan lagi termasuk barang yang mewah bagi sebagian orang dan internet pun sudah lumayan murah dan tentu saja ini juga hanya berlaku untuk sebagian orang.
Anda berada di Bandung dan berminat??
Hubungi saja : itforkids.info@gmail.com